"Alam semesta itu berlimpah, tidak ada kekurangan,
kecuali didalam pikiran kita sendiri"
Apa maksudnya? seperti di kitab suci, baik agama Kristen
maupun Islam, disana disebutkan ketika Nabi Abraham dan
Nabi Ibrahim mau mengorbankan salah satu anaknya dan
diganti domba oleh Tuhan pada waktu itu, disebutkan bahwa
"mulai hari ini engkau dan anak cucumu akan hidup berkelimpahan".
That is True! Itu adalah Kebenaran.
Alam semesta begitu berlimpahnya, begitu luar biasanya.
Laut begitu banyak ikannya, hutan-hutan, matahari berlimpah,
tidak ada kekurangan kecuali dalam pikiran kita sendiri.
Banyak sekali orang yang merasa kekurangan energi, minyak habis.
Coba lihat disekitar kita, sekarang teknologi dengan pikiran
kita bisa menemukan teknologi tenaga surya, yang makin hari
makin murah, dan kemudian juga teknologi bahan bakar dengan
menggunakan air (H2+O), dan kemudian yang terjadi adalah
sisa pembuangannya adalah H2O, pembuangannya adalah air.
Begitu berlimpahnya tenaga yang ada disekitar kita, dan
alam semesta yang begitu berkelimpahan, sekali lagi yang
membatasi hanya pikiran kita sendiri.
Dikatakan oleh rekan saya yang sangat sangat kaya,
Robert Kiyosaki, dia ngomong begini, bahwa kekayaan di alam
semesta ini seperti samudra yang begitu luasnya,
yang tidak akan habis-habisnya kalau kita ambil karena
masih akan ada hujan, masih ada air sungai,
masih ada air tanah yang akhirnya kembali ke kekayaan tadi.
Dan dikatakan oleh Robert Kiyosaki bahwa tolong dipastikan
ketika kita ngambil air dari samudra tadi atau
mengambil kekayaan tadi, Please deh.. setidaknya Anda bawa ember,
Ember itulah pikiran Anda.
Jangan mengambil dengan sendok teh, karena kalau Anda ambil
dengan sendok teh, nanti cucu anda akan omong: loh kok Anda
dari jaman dulu tidak kaya-kaya,
karena Anda bawanya pake sendok teh sih..
Nah, sendok teh ini adalah pikiran kita, kalau pikiran kita
sekecil sendok teh maka kekayaan kita adalah sesendok teh.
Jadi terserah kita ambil dari samudra pakai apa,
pakai sendok teh, dia akan tetap ada banyak,
pakai ember dia juga tetap ada banyak,
selama kita membuat nilai tambah. Pake Container, pake Pompa,
demikian banyak bahkan ratusan lalu kita sedot,
tetap saja kekayaan itu ada selama kita membuat nilai tambah.
Seperti cerita tadi diawal, inspirasi dari nabi Abraham,
yang bagaimana dia mengubah 2 kambing jadi 10 kambing,
karena dia buat nilai tambah. Gandum 1 genggam menjadi
berpuluh-puluh kilogram, kilogram menjadi berpuluh-puluh ton bibitnya, karena dia membuat nilai tambah.
Jadi Selama Anda membuat nilai tambah sedemikian banyak dan
mengambil kekayaan di alam semesta ini, Anda akan tetap berkelimpahan.
Sumber: Tung Desem Waringin
30 April 2009
26 April 2009
Belajar bukan menyalahkan (BEJ). Enjoy...!
BEJ adalah singkatan dari:
B, dari Blame: menyalahkan Orang lain
E, dari Excuse: beralasan
J, dari Justify: Menghakimi/ Membenarkan
Orang-orang yang miskin, ketika terjadi sesuatu hal di dalam
hidupnya dia, dia sibuk BEJ.
Blame:
Dia menyalahkan lingkungannya, dia menyalahkan negara,
menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya,
bahkan pula menyalahkan engkongnya, karena dilahirkan miskin
makanya sekarang dia merasa sebagai turunannya orang miskin,
atau menyalahkan pendidikannya, menyalahkan umurnya,
menyalahkan bahwa dia merasa tidak ada peluang,
dia selalu menyalahkan.
Lalu dia juga Excuse/Beralasan:
Saya masih muda, saya masih belum belajar,
saya belum pengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang
yang selalu BEJ seringkali yang dia katakan adalah kebenaran,
tetapi saya tegaskan sekali lagi bahwa kebenaran itu
TIDAK ADA MANFAATNYA!
Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah
MENGHENTIKAN DIA UNTUK MENJADI KAYA, Menghentikan dia untuk
Take Action/ Bertindak untuk menjadi lebih baik,
menghentikan dia untuk belajar menjadi lebih baik.
Kemudian Justify/ menghakimi/ membenarkan:
Ketika ada orang lain yang lebih sukses daripada dia,
dia bilang: "o.. terang saja, tidak heran, sudah layak dan
sepantasnya". Dia selalu justify orang lain yang lebih sukses
daripada dia tanpa BELAJAR.
Ketika ada orang yang kaya, dia selalu omong: "terang saja
dia kaya, dia anaknya orang kaya..., sekolah di luar negeri..,
bahasa inggris lancar.., kenal anak menteri dimodalin BMW..,
ya terang saja dia sekarang sukses dalam usahanya..".
Pertanyaan saya: "Ada tidak anaknya orang miskin yang sekarang
SUKSES & Kaya? Jawabannya selalu: Ada.
Tapi ketika ada orang yang terbiasa men-Justify/
Membenarkan orang lain lebih hebat daripada dia,
Maka dia akan ngomong bagaimana? "Oh terang saja, dia anaknya
orang miskin toh.. saya tau kenapa dia bisa kaya.
Ya karena dia daya juang nya kuat.
Dan Ya terang saja, anaknya orang miskin daya juangnya harus kuat."
Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?"
Dia jawab: "lah saya anaknya orang menengah sih..,
makanya daya juang saya menengah.."
Lihat cara berpikirnya. Ketika orang tidak berhasil,
dia akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame,
Excuse, atau Justify.
Nah Prinsip Milyarder yang diceritakan
disini adalah SELALU BELAJAR, bukan menyalahkan.
Ketika dia belum berhasil, dia selalu tanya: apa yang harus
saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya jadi
lebih baik, lebih hebat, lebih dahsyat, lebih kuat,
lebih kaya, lebih langsing, lebih harmonis, lebih tahan lama,
lebih dari apapun.. sehingga kita maju selangkah lebih baik
dibanding orang yang menyalahkan.
Pertanyaan saya:
Sudah BELAJAR apa Anda hari ini?
Belajar apa yang akan membuat Anda jadi lebih baik?
Selalu tanya hal ini tiap hari, sehingga apapun yang terjadi
dalam hidup ini, kita beri arti yang akan membuat kita
menjadi lebih baik.
Sumber: Tung Desem Waringin
http://BelajarBisnisGratis.co.cc
B, dari Blame: menyalahkan Orang lain
E, dari Excuse: beralasan
J, dari Justify: Menghakimi/ Membenarkan
Orang-orang yang miskin, ketika terjadi sesuatu hal di dalam
hidupnya dia, dia sibuk BEJ.
Blame:
Dia menyalahkan lingkungannya, dia menyalahkan negara,
menyalahkan presidennya, bahkan menyalahkan orang tuanya,
bahkan pula menyalahkan engkongnya, karena dilahirkan miskin
makanya sekarang dia merasa sebagai turunannya orang miskin,
atau menyalahkan pendidikannya, menyalahkan umurnya,
menyalahkan bahwa dia merasa tidak ada peluang,
dia selalu menyalahkan.
Lalu dia juga Excuse/Beralasan:
Saya masih muda, saya masih belum belajar,
saya belum pengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang
yang selalu BEJ seringkali yang dia katakan adalah kebenaran,
tetapi saya tegaskan sekali lagi bahwa kebenaran itu
TIDAK ADA MANFAATNYA!
Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah
MENGHENTIKAN DIA UNTUK MENJADI KAYA, Menghentikan dia untuk
Take Action/ Bertindak untuk menjadi lebih baik,
menghentikan dia untuk belajar menjadi lebih baik.
Kemudian Justify/ menghakimi/ membenarkan:
Ketika ada orang lain yang lebih sukses daripada dia,
dia bilang: "o.. terang saja, tidak heran, sudah layak dan
sepantasnya". Dia selalu justify orang lain yang lebih sukses
daripada dia tanpa BELAJAR.
Ketika ada orang yang kaya, dia selalu omong: "terang saja
dia kaya, dia anaknya orang kaya..., sekolah di luar negeri..,
bahasa inggris lancar.., kenal anak menteri dimodalin BMW..,
ya terang saja dia sekarang sukses dalam usahanya..".
Pertanyaan saya: "Ada tidak anaknya orang miskin yang sekarang
SUKSES & Kaya? Jawabannya selalu: Ada.
Tapi ketika ada orang yang terbiasa men-Justify/
Membenarkan orang lain lebih hebat daripada dia,
Maka dia akan ngomong bagaimana? "Oh terang saja, dia anaknya
orang miskin toh.. saya tau kenapa dia bisa kaya.
Ya karena dia daya juang nya kuat.
Dan Ya terang saja, anaknya orang miskin daya juangnya harus kuat."
Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?"
Dia jawab: "lah saya anaknya orang menengah sih..,
makanya daya juang saya menengah.."
Lihat cara berpikirnya. Ketika orang tidak berhasil,
dia akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame,
Excuse, atau Justify.
Nah Prinsip Milyarder yang diceritakan
disini adalah SELALU BELAJAR, bukan menyalahkan.
Ketika dia belum berhasil, dia selalu tanya: apa yang harus
saya pelajari dari kejadian ini yang akan membuat saya jadi
lebih baik, lebih hebat, lebih dahsyat, lebih kuat,
lebih kaya, lebih langsing, lebih harmonis, lebih tahan lama,
lebih dari apapun.. sehingga kita maju selangkah lebih baik
dibanding orang yang menyalahkan.
Pertanyaan saya:
Sudah BELAJAR apa Anda hari ini?
Belajar apa yang akan membuat Anda jadi lebih baik?
Selalu tanya hal ini tiap hari, sehingga apapun yang terjadi
dalam hidup ini, kita beri arti yang akan membuat kita
menjadi lebih baik.
Sumber: Tung Desem Waringin
http://BelajarBisnisGratis.co.cc
23 April 2009
Be, Do, Have
Be=> Menjadi
Do=> Melakukan
Have=> Mempunyai
Banyak sekali orang yang langsung ingin kaya,
ingin langsung Have, langsung mempunyai.
Percaya tidak, kalau seseorang tidak Menjadi(Be) dulu dan
Melakukan(Do) dahulu untuk menjadi Kaya (Have),
dan tiba-tiba langsung kaya, maka dia akan tetap miskin.
Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya,
atau do nya adalah orang miskin walaupun sekarang kaya,
maka dia akan tetap miskin juga.
Contoh:
Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang sekitar
300 Juta USD, tepatnya 312 Juta USD atau 3000 milyar rupiah.
Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan
bangkrut dan masih utang 35 Juta US atau 350 Milyar Rupiah.
Dia bisa Have, tapi kalau Do-nya atau action-nya atau
habitnya masih habitnya orang miskin, dan Be-nya,
dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya:
dia tidak menjadi orang kaya dulu dan kebiasaannya adalah
masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan jadi miskin.
Orang-orang yang kaya dan mencerahkan, dia tau persis bahwa
dia perlu menjadi kaya dulu dalam pikiran dia,
didalam sikapnya sehari-hari, dalam tindakannya sehari2,
baru dia benar2 memiliki kekayaan tadi.
Sikap2 apa yang membuat kita menjadi kaya dan
Tindakan2 apa yang membuat kita jadi kaya?
Kita harus terus belajar. Banyak sekali. Contoh Be untuk
menjadi kaya adalah upaya kita terus membuat Nilai Tambah tadi,
dan kemudian habitnya habit orang kaya, dia selalu melakukan
investasi2 ditempat yang tepat, bukannya konsumsi terus menerus
ditempat yang salah.
Contoh Do juga dengan mempunyai prinsip menunda kesenangan
dan akhirnya nanti senang sekali, dan dia melakukan
aset alokasi dan investasinya digulung terus dan
ditambahkan lagi.
Dengan Do spt itu, berapapun income Anda sekarang,
kalau Anda terus menyisihkan dalam sekian tahun kemudian,
Anda akan pasti jadi kaya. Tapi berapapun income Anda hari ini,
ketika Anda konsumsi lebih dari yang Anda dapatkan, dan
terus menerus melakukannya, pasti akhirnya Anda akan miskin.
Sekali lagi, Be: Jadilah, mempunyai sikap & watak,
cara berpikir orang-orang yg kaya kemudian lakukan tindakan2
dan lakukan juga kebiasaan2 orang menjadi kaya,
baru kita bisa memiliki kekayaan tadi dengan aman &
terus berkembang.
Sumber: Tung Desem Waringin
Do=> Melakukan
Have=> Mempunyai
Banyak sekali orang yang langsung ingin kaya,
ingin langsung Have, langsung mempunyai.
Percaya tidak, kalau seseorang tidak Menjadi(Be) dulu dan
Melakukan(Do) dahulu untuk menjadi Kaya (Have),
dan tiba-tiba langsung kaya, maka dia akan tetap miskin.
Kalau dia secara mental, mindset, tingkah lakunya, habitnya,
atau do nya adalah orang miskin walaupun sekarang kaya,
maka dia akan tetap miskin juga.
Contoh:
Mike Tyson, seumur hidupnya dia membuat uang sekitar
300 Juta USD, tepatnya 312 Juta USD atau 3000 milyar rupiah.
Ternyata baru umur 40 tahun, Mike Tyson sudah menyatakan
bangkrut dan masih utang 35 Juta US atau 350 Milyar Rupiah.
Dia bisa Have, tapi kalau Do-nya atau action-nya atau
habitnya masih habitnya orang miskin, dan Be-nya,
dalam arti mindsetnya/ pola pikirnya:
dia tidak menjadi orang kaya dulu dan kebiasaannya adalah
masih kebiasaan orang miskin, maka dia akan jadi miskin.
Orang-orang yang kaya dan mencerahkan, dia tau persis bahwa
dia perlu menjadi kaya dulu dalam pikiran dia,
didalam sikapnya sehari-hari, dalam tindakannya sehari2,
baru dia benar2 memiliki kekayaan tadi.
Sikap2 apa yang membuat kita menjadi kaya dan
Tindakan2 apa yang membuat kita jadi kaya?
Kita harus terus belajar. Banyak sekali. Contoh Be untuk
menjadi kaya adalah upaya kita terus membuat Nilai Tambah tadi,
dan kemudian habitnya habit orang kaya, dia selalu melakukan
investasi2 ditempat yang tepat, bukannya konsumsi terus menerus
ditempat yang salah.
Contoh Do juga dengan mempunyai prinsip menunda kesenangan
dan akhirnya nanti senang sekali, dan dia melakukan
aset alokasi dan investasinya digulung terus dan
ditambahkan lagi.
Dengan Do spt itu, berapapun income Anda sekarang,
kalau Anda terus menyisihkan dalam sekian tahun kemudian,
Anda akan pasti jadi kaya. Tapi berapapun income Anda hari ini,
ketika Anda konsumsi lebih dari yang Anda dapatkan, dan
terus menerus melakukannya, pasti akhirnya Anda akan miskin.
Sekali lagi, Be: Jadilah, mempunyai sikap & watak,
cara berpikir orang-orang yg kaya kemudian lakukan tindakan2
dan lakukan juga kebiasaan2 orang menjadi kaya,
baru kita bisa memiliki kekayaan tadi dengan aman &
terus berkembang.
Sumber: Tung Desem Waringin
20 April 2009
Peluang ada dimana-mana
Apapun yg kita lihat sebetulnya sudah menghasilkan uang bagi
seseorang yang lain ataupun bisa menghasilkan bagi orang lain
ataupun bagi kita.
Contohnya: Apa yang kita lihat sekarang?
Kalau misalkan kita lihat ada wallpaper, sudah pasti ada
orang yang mendapatkan uang karena wallpaper ini.
Kemudian kita melihat lantai, lantai juga menghasilkan uang
untuk orang yang membuat lantai dan memasang lantainya.
Kita lihat rambutnya, rambut juga sama. Rambut menghasilkan
uang untuk orang yang jualan shampo, untuk salonnya.
Nah, kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita lihat
bisa menghasilkan uang:
Peluang ada dimana2.
Begitu banyaknya orang, begitu bangun sampai tidur selalu
berkata: "ah, saya tidak menemukan peluang" atau
"dalam hidup ini tidak ada peluang".
Sebetulnya hal itu salah, karena yang benar adalah
Peluang ada dimana-mana.
Jadi pertanyaan saya, dalam prinsip yang ke 3 ini,
Apa peluang yang Anda lihat hari ini?
Test, buka mata Anda, buka pikiran.
Peluang tidak dilihat dengan mata, tapi Peluang dilihat
dengan pikiran kita.
Pikirkan, bahwa benar tidak, apapun yang kita lihat,
sebetulnya itu adalah peluang untuk membuat uang.
Sumber: Tung Desem Waringin
seseorang yang lain ataupun bisa menghasilkan bagi orang lain
ataupun bagi kita.
Contohnya: Apa yang kita lihat sekarang?
Kalau misalkan kita lihat ada wallpaper, sudah pasti ada
orang yang mendapatkan uang karena wallpaper ini.
Kemudian kita melihat lantai, lantai juga menghasilkan uang
untuk orang yang membuat lantai dan memasang lantainya.
Kita lihat rambutnya, rambut juga sama. Rambut menghasilkan
uang untuk orang yang jualan shampo, untuk salonnya.
Nah, kita harus selalu sadar bahwa apapun yang kita lihat
bisa menghasilkan uang:
Peluang ada dimana2.
Begitu banyaknya orang, begitu bangun sampai tidur selalu
berkata: "ah, saya tidak menemukan peluang" atau
"dalam hidup ini tidak ada peluang".
Sebetulnya hal itu salah, karena yang benar adalah
Peluang ada dimana-mana.
Jadi pertanyaan saya, dalam prinsip yang ke 3 ini,
Apa peluang yang Anda lihat hari ini?
Test, buka mata Anda, buka pikiran.
Peluang tidak dilihat dengan mata, tapi Peluang dilihat
dengan pikiran kita.
Pikirkan, bahwa benar tidak, apapun yang kita lihat,
sebetulnya itu adalah peluang untuk membuat uang.
Sumber: Tung Desem Waringin
Langganan:
Postingan (Atom)
