“ MAU IKUT MENCARI BACKLINK DENGAN SISTIM MLM.? KLIK AJA DI SINI..!”



Pasang Iklan disini.!

31 Mei 2009

Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar.

sumber: Tung Desem Waringin

Kenapa orang takut dan mempunyai imajinasi yang salah?

Sering kali karena mereka bertanya dengan cara yang salah, akibatnya imajinasi yang salah keluar.

Contohnya: Ketika orang memulai bisnis, dia tahu bahwa dia suka sekali bisnis ini. Dia tahu sekali bahwa dia bisa belajar dan bahkan dia sudah belajar dari yang terbaik di bisnis ini.

Tapi ketika dia mau melangkah....Dia takut - takut. Kenapa kok dia takut? Kenapa kok dia membayangkan imajinasi yang salah, yang menakutkan? Karena dia sering kali didalam
otaknya bertanya sesuatu hal yang salah.

Contohnya: Dia bertanya "kalo nanti gagal dimana yah? Kalo nanti ditipu bagaimana yah? Kalo nanti karyawan nya curang bagaimana yah?" Dengan pertanyaan2 semua ini,
langsung keluar imajinasinya.

"Kalo gagal gimana yah? Kalo rugi bagaimana yah?" Akibatnya dia takut.

Nah supaya imajinasi kita benar, bertanyalah dengan benar. Pertanyaan yang benar menghasilkan jawaban yang benar. Kita tanya kepada diri kita "kalo saya tidak mulai hari ini,
rugi nya apa? Kalo saya mulai hari ini, untungnya apa?"
Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi apa yang harus saya siapkan? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi siapa yang harus saya ajak kerjasama? Supaya kemungkinannya berhasil lebih tinggi, apa yang harus saya pelajari terlebih dahulu?

Dengan pertanyaan - pertanyaan ini, jadi kita jauh lebih siap dan kita tetap berani melangkah. Ketakutan itu selalu akan ada, kekhawatiran itu selalu akan ada, keraguan akan selalu ada,
kamalasan akan selalu ada.

Tapi orang yang sukses, walaupun dia ragu - ragu, walaupun dia malas, walaupun dia khawatir, walaupun dia takut, Dia tetap take action. Dia tidak membiarkan ketakutannya
menghentikan dia. Dengan Ketakutan ini membuat kita jadi lebih waspada. Dengan cara bertanya seperti tadi akan mengakibatkan kita jauh lebih siap, dan akhirnya kita jauh
lebih sukses, bukannya menghentikan.

Contoh berikutnya "Tentang bagaimana pertanyaan akan membimbing kita, akan membawa hasil yang besar"

Ketika saya mempunyai penghasilan sekian, Misalnya sebut kata A rupiah. Saya selalu tanya: "kalo saya bisa mencapai A dalam waktu 1 tahun, kenapa tidak dalam 1 bulan? Bagamana caranya bisa mencapai A ini dalam waktu 1 bulan?

Ketika A dalam 1 bulan saya challenge, saya tantang diri saya sendiri. Bagaimana A ini saya bisa dapatkan dalam waktu 1 hari? Caranya?

Nah ketika otak kita dipaksa berpikir seperti itu, dan hasilnya sangat mengagumkan, keluarlah begitu banyaknya
kreatifitas sehingga saya bisa mencapai apa yang saya hasilkan dalam waktu 1 tahun, sekarang bisa dihasilkan dalam waktu 1 hari.

Saya tanya "Saya harus belajar apa? Siapa yang sudah bisa? Siapa yang punya penghasilan seperti ini? Kemudian siapa yang bisa membantu saya?"

Dengan pertanyaan - pertanyaan seperti ini. Mendadak saya menemukan partner - partner yang tepat, saya menemukan cara - cara yang tepat, saya menemukan ilmu - ilmu yang tepat.

Jadi, Selalu Challenge (Tantang) diri Anda, TANYA untuk jadi lebih baik.

sumber: Tung Desem Waringin

28 Mei 2009

Imajinasi lebih unggul dari kemauan.

sumber: Tung Desem Waringin

Dikatakan oleh seorang dokter Perancis yang bernama EMILE QUE:

"Ketika kemauan bertentangan dengan imajinasi, pasti imajinasi yang lebih unggul"

Dalam bukunya One Minute Millionaire oleh Mark Victor Hansen, menjelaskan dengan sangat baik.

Diberi contoh: Ketika seorang anak diberitahu: "Tidak ada monster dikolong. Tenang saja, tidak ada monster dikolong tempat tidur". Tetapi ketika lampunya dipadamkan, imajinasi nya menggila dan akhirnya anak tadi ketakutan.

Nah kalo Anda ingin menenangkan anak tadi, Anda akan lebih sukses kalau kita menggunakan imajinasi ketimbang logika.

Anda bisa ngomong: "Jangan khawatir sayang, monster – monster di rumah kita bukan tipe monster yang melukai anak - anak. Ayah ibu hanya membiarkan masuk monster - monster yang melindungi anak -anak. Tenang saja, yang dibawah ini adalah yang sangat baik yang akan melindungi kamu".

Kita yang dewasa pun tidak ada bedanya, dan monster yang kita bayangkan itupun tidak kalah menyeramkan dibanding monster pada waktu kita kecil.

Pernahkah Anda berpikir begini: "saya tahu kalau saya kenalan dengan orang ini, hidup saya bisa jadi lebih sukses". Tapi kemudian Anda menahan diri, Anda takut ditolak.
Tentu kita semua pernah melakukan.

Ini yang terjadi: kita benci sekali tampak seperti orang bodoh, kita benci sekali ditolak. Tapi kesakitan ditolak ini hanya imajinasi saja.

Nah kalau imajinasi kita adalah ditolak seperti itu, ubahlah imajinasi itu.

Kita bisa bayangkan bahwa ternyata kalau kita diterima, ternyata kita nikmat sekali.

Dan kalo kita bayangkan ditolak, kita bayangkan "Ah cuma biasa saja", atau "Kalau ditolak saya senyum saja dan dia juga tersenyum" atau bayangkan "kalau ditolakpun, dia akan menolaknya juga sangat lembut"

Setelah itu kita bayangkan juga kalau dia menerima: "Waw, kita akan sangat - sangat sukses, dan sangat – sangat luar biasa sukses jauh dari hari ini", maka kita akan berani minta bantuan, kita akan berani mengajukan kerjasama dengan orang - orang terbaik didunia, dan kita berani belajar dari orang - orang yang terbaik didunia.

Jadi sesuai dengan prinsip ini bahwa imajinasi lebih unggul dari kemauan, maka mari kita bayangkan skenario yang terbaik, film - film yang terbaik, proyeksikan hasil - hasil
yang sebaik mungkin. Dengan imajinasi seperti itu kita menjadi lebih bersemangat.

sumber: Tung Desem Waringin

26 Mei 2009

Pilih yang menghasilkan, lalu pilih yang Anda sukai, dan akhirnya pilih yang mudah.

sumber: Tung Desem Waringin

Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu.

Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekarjaan apapun yang diterima, sering kali dia tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya
pensiun dia tidak berubah pekerjaan.

Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalo Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalo Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal - goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal - goal tadi kira - kira butuh uang berapa?

Butuh biaya berapa? Dan kemudian sadari goal - goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya berapa, kita hitung kita butuh uang itu umur sekian

Dari situ baru kita cari: Bisnis - bisnis apa atau Pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan.

Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, setelah ditulis, baru kita pilih: Mana yang kita suka.

Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan. Coba bayangkan: "Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebetulnya dia tidak suka basket?" Tidak mungkin.

"Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka nari?". Tidak mungkin.

Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: "Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?". Jawabnya: "Boleh" dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Saran saya: cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai.

sumber: Tung Desem Waringin

23 Mei 2009

Kejelasan adalah kekuasaan, kejelasan adalah kekuatan.

sumber: Tung Desem Waringin

Semakin jelas impian kita, semakin kita bisa berpikir dan kita merasakan.

Kalo Anda ingin rumah yang mewah, datanglah ke rumah mewah itu, dan rasakan: "wah, rumah mewah seperti ini indah sekali". Anda berkunjung kesana dan Anda ingin punya rumah seperti ini.

Semakin jelas, alam bawah sadar kita terbangkit dan kita akan mencapainya jauh lebih mudah daripada kalau impiannya belum jelas. Tapi ketika kita tidak bisa merasakan impian kita, itu lebih parah lagi.

Dan ketika banyak orang bilang "saya kepengen lebih kaya", saya tanya: "lebih kaya seperti apa?". "Pengen rumah lebih besar", lebih besar seperti apa? "Saya pengen punya mobil bagus",
mobil bagus seperti apa?"

Jadi kita bisa test drive, tentang mobil Mercedes Bens Anda, atau BMW Anda.

Dan ada berita bagus, ketika Anda tes drive jarang sekali Anda ditanya "punya duit atau gak?" Jadi tenang saja kita test drive, kita rasakan, kita Get the Feeling.

Saya punya rumah yang lebih besar, saya juga punya mobil Mercedes Bens juga.

Tapi dalam hal ini saya juga sudah merasakan hal ini untuk kesekian kali, saya sudah tes drive sekian kali, saya sudah melihat rumah yang begitu banyaknya sampai seratus kali lebih.

Akhirnya ketika saya merasakan, saya bilang "This is what I really want", Ini adalah yang benar-benar saya inginkan.

Dan ketika saya membayangkan uang yang saya inginkan, saya susah membayangkan, dan akhirnya saya ambil buku tabungannya saya, dan saya tulis 10 Milyar.

Jadi saran saya sekarang, ambil buku tabungan Anda, Anda tulis 10 Milyar, dan Anda bayangkan dan Anda rasakan !!

"Wuih...saya sudah punya 10 Milyar". Kalau lebih 10 Milyar Boleh, silahkan saja.
Atau Anda menulis "100 Milyar", boleh, silahkan juga.

Tapi kita harus punya goal yang jelas. Saya mau dalam hidup saya punya uang sekian, yang akhirnya uang tadi menjadi pohon uang, yang begitu luar biasanya membawa manfaat melebihi dari sekedar saya hidup: Uang ini terus bermanfaat untuk yayasan saya nantinya, untuk panti asuhan saya nantinya, untuk sekolah yang saya bina nantinya, untuk apapun.

Dengan demikian, kita mempunyai warisan yang begitu bermanfaat untuk orang banyak setelah kita tidak ada.

Jadi mulai bayangkan "Untuk apa uang ini nantinya?". Untuk begini dan saya ingin membangun sekolah nantinya, ingin membangun panti jompo, saya ingin membangun yayasan
nantinya, saya pengen mengajak orang tua saya naik haji, saya ingin mengajak orang tua saya ke Lourdes, apapun..

"Saya mau membelikan orang tua saya rumah, mobil, dan lain-lain", bayangkanlah dengan jelas. Saya pengen membeli rumah segini besar, saya pengin belikan mobil yang ini.

Untuk saya sendiri adalah ini dan saya ingin bermanfaat bagi orang seperti ini, saya ingin orang begini. Silahkan.

Jadi, Semakin jelas adalah semakin kuat, semakin lebih hebat lagi.

sumber: Tung Desem Waringin

ARTIKEL SEJENIS